Masjid Akbar Al-Ikhlas Tangerang Selatan

Masjid Akbar Al-Ikhlas Tangerang Selatan Islamic Centre Tangsel Masjid Akbar Kota Tangerang Selatan . Benda Barat 15, Pamulang Permai 2, Kota Tangerang Selatan, Banten. Mahmudin
Dakwah/Konsultasi : Moh.

ISLAMIC CENTRE KOTA TANGERANG SELATAN
MASJID AKBAR AL-IKHLAS KOTA TANGERANG SELATAN

Sekretariat:
Jl. Tlp. : (021) 74639054
Website: www.islamiccentretangsel.com
E-Mail : [email protected]
[email protected]

Rekening Bank:
Bank Syariah Mandiri
No. 1190033304
a.n. Yys Masjid Akbar Al Ikhlas
VIA ATM bersama tambahkan kode 451 (BSM)

Badan Hukum:
Akta Notaris Asep Dudi

Suwandi, SH
Tertanggal 15 Oktober 2009 Nomor 1
Persetujuan Nama Departemen Hukum dan HAM RI
Nomor AHU.2-AH.01.0I-2432

Kontak Person/ Pengasuh Harian:
Program/General : Ir. M Wendy Zulfikar, MScEng
Donasi/Pembiayaan : Drs. Sartono / Dr. Edi Maryono
Layanan IT : Jumali/Dr. Ir. Mardiyanto, MSc/Ridwan, ST
Hubungan Kewilayahan : Ir. Firdaus Djanilis.*

. Kalau kita baca riwayat dan hadits yang ada, kita harus berhati hati dengan PUJIAN dari Manusia. Sekedar mengingatkan ...
14/09/2022

.

Kalau kita baca riwayat dan hadits yang ada, kita harus berhati hati dengan PUJIAN dari Manusia.
Sekedar mengingatkan saja.
AKUng BBS.

21/05/2022

.
Teringat wejangan ustadz pengasuh ma'had tempat anak-anak menimba ilmu...

Luruskan niat!
Untuk apa anak-anak
kita serahkan ke ma'had?
Untuk menjadi hafidz Qur'an?
Untuk menghafal ribuan Hadist?
Untuk di pandang alim?
Untuk dikenal dan di ustadzkan di masyarakat kelak?
Untuk mendapatkan bekal mencari dunia dengan kefasihan lisan dan ilmu agamanya?

La! Tidak!
jika itu tujuan antum sekalian, silahkan bawa p**ang putra putri antum,
Antum akan kecewa,
Karena bukan itu tujuan kami mendidik santri santri kami.

Inti dari tujuan tarbiyah di ma'had ini, yaitu akhlaq!
Kami ingin mencetak generasi yang berakhlaq.
Yang menjadikan Qolallah dan Qolarasul sebagai pedoman hidupnya.
Bukan yang lain!

Mak jlebb..aku malu!
Teringat saat menyuruh anak-anak agar selalu semangat menghafal untuk mendapat nilai yang baik saat imtihan nanti.

Betapa banyak kita dapati penyimpangan dan kehancuran dimuka bumi ini, dikarenakan mereka beriman tetapi tidak berakhlaq.
Mereka membaca Al-Qur'an tetapi hanya sampai di tenggorokannya saja.
Mereka membaca hadits nabi sebagai pemanis lisannya, seakan membaca dongeng "pada suatu hari...." dan menafsirkanya sesuai kepentingan mereka.
Mereka banyak belajar tetapi lebih banyak tentang dunia, bukan tentang Rabbnya.

Aku malu...
Akan kerdilnya jiwaku
Dan dangkalnya pemikiranku.
Apalah arti nilai yang sekedar angka,
sebab buah yang kita tunggu atas segala jerih payah kita sebagai orang tua adalah mencetak generasi yang shalih, yang kelak menjadi 1 dari 3 perkara yang akan selalu mengalirkan pahala saat kita telah di kubur kelak, yaitu doa anak yang shalih...

Tolak ukur anak shalih bukan semata dari berapa juz dia menghafal Al quran
Bukan dari berapa banyak dia menghafal hadits Nabi.
Bukan dari seberapa bagus nilai bahasa arabnya
Meski itu semua tentu juga merupakan keutamaan dan amal shalih yang kita sebagai orang tua turut memetik pahala karenanya.

Namun lebih dari seberapa bisa dia mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.
Seberapa istiqomah dia di atas ketaatan kepada Allah dan RasulNya.
Semua itu adalah point penting sebelum seseorang dikatakan berakhlaqul karimah.

Dan adakah yang lebih membahagiakan kita sebagai orang tua,
Selain anak-anak yang menyejukkan saat dipandang, dan menyenangkan di dalam kesan?

Ah...biarlah anak-anak kita tidak terkenal di dunia karena menjadi juara matematika misalnya, tetapi insyaAllah kelak dia terkenal di langit, dengan keshalihannya...

Biarkan anak-anakku terlihat puritan dan terbelakang dengan ketidak tahuannya tentang warna warni dunia, asalkan dia "mengenal" siapakah Rabbul alamin yang telah menciptakannya...

Meleleh... ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ
Keep hamasah para orang tua, hantarkan mereka ke gerbang surga...

๐“ฝ๐“พ๐“ต๐“ฒ๐“ผ๐“ช๐“ท ๐“ผ๐“ฎ๐“ผ๐“ฎ๐“ธ๐“ป๐“ช๐“ท๐“ฐ, ๐“ผ๐“ฎ๐“ถ๐“ธ๐“ฐ๐“ช ๐“๐“ต๐“ต๐“ช๐“ฑ ๐“ถ๐“ฎ๐“ท๐“ณ๐“ช๐“ฐ๐“ช๐“ท๐”‚๐“ช

amal jariah bagi penulisnya.

03/04/2022

FB ini sudah Mati Suri sama sekali tak ada kegiatan?

05/01/2022

ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…

Ya Allah jadikanlah awal-pagi ini awal yang indah ... Terbuka pintu Rezeki .. Pintu Taubat dan Pintu kebahagiaan Dunia dan Akhirat.

ุขู…ููŠู‘ู†ู’... ุขู…ููŠู‘ู†ู’... ูŠูŽุง ุฑูŽ ุจู‘ูŽ ุงู„ุนูŽู€ู€ู€ุงู„ูŽู…ููŠู’๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ

29/10/2018

*Dialog Imam Masjid dengan Jama'ahnya*
Dipagi Subuh yang cerah ceriah dan dihari libur, ada dialog antara Imam Masjid dengan Dua orang Jama'ah Tua dan Muda yang cukup serius untuk kita cermati bersama :
*Imam Masjid* : Hari libur begini cukup cerah ceriah nih buat kita ngupi2 sambil menepuk pundak kedua jama'ah Muda dan Tua.
Hal ini disambut dengan antusias oleh keduanya seraya menjawab serempak siap Pak Haji.
Wal hasil Pak Haji memanggil Marbot untuk memesan 4 gelas kopi beserta pisang goreng nya di warung sebelah Masjid (yang satu gelas buat kamu ya, seraya kata Pak Haji).
*Marbot* : Siap Pak Haji.
*Imam Masjid* : (membuka pembicaraan), Punya rencana apa nih Bapak2 dihari libur ini.
*Jama'ah Tua* : Saya mungkin nunggu cucu2 katanya sih pada mau kerumah pada kangen.
*Imam Masjid* : Wah asyiiiik tuh berkumpul sama anak cucu pasti meriah ya Pak Tua.
Nah kalau Antum gimana Anak Muda?
*Jama'ah Muda* : Kalau Saya mau istirahat dari kepenatan pekerjaan di kantor yang gak ada habisnya.
*Imam Masjid* : Ooh begitu.
Sebenarnya Saya mau curhat nih sama Bapak2 berdua yang diwakili Orang Tua dan Muda.

Curhat nengenai apa tuh Pak Haji ... serentak keduanya betanya.
*Imam Masjid* : (agak berat dan berhati hati bicaranya) Itu Pak di Masjid kita ini khan ada program *Pelajaran Baca Al-Qur'an* dan *Kajian2 ba'da Maghrib maupun ba'da Subuh* namun yang hadir hanya sedikit sekali terutama pada *_Pembelajaran Al-Qur'an_* paling hanya 5 orang peserta nya itupun sebagian Imam Masjid.
*Jama'ah Tua* : Begini Pak Haji bukan nya kami tidak mau belajar Al-Qur'an, lhoooh Saya khan sudah pernah ikut group belajar Al-Qur'an, nah terus terang saja nih Pak Haji, karena Saya sudah tergolong sepuh, gak kuat duduk berlama2 menyimak nya disamping itu kalau Saya perhatikan ada beberapa orang yang tersenyum sinis disaat bacaan Saya salah disamping itu Saya malu sama yang muda2 .. hiii hii maaf ya Pak Haji jadi Saya mundur perlahan sebagai pesertanya.
*Jama'ah Muda* : (nyeletuk) lhooooh kok masalah nya sama seperti Saya yah, hanya saja Saya sungkan berada dilingkungan Imam Masjid yang fasih bacaan nya. Dampak nya Saya belajar dari beberapa versi Qori yang Saya download via Youtube dan menyimaknya baik2 sambil diulang2.
*Imam Masjid* : Oooh begitu toh persoalannya. *_Lantas apa usulan dari Bapak2 untuk Jama'ah mau belajar Al-Qur'an yang effektive bisa diterima oleh para Jama'ah baik Muda maupun Tua.?_*
Beberapa saat semua terdiam sambil masing2 meneguk kopi manis dan mengunyah pisang goreng yang masih panas namun nikmat itu.
*Jama'ah Muda* : (memulai bicara membelah kebisuan karena sibuk mengunyah pisang goreng) ... Begini Pak Haji, karena Pak Haji minta kami memberi usulan belajar Al-Qur'an, Saya ada usulan yang semoga bisa diterima dengan baik dan dilaksanakan, tapi kalau tidak diterima yah abaikan saja, anggap tidak pernah ada.
*Imam Masjid : Silahkan Anak Muda, sampaikan usulannya kepada kami, karena kami sangat terbuka atas saran, usulan bahkan kritikan sekalipun.
*Jama'ah Muda : Baiklah, begini Pak Haji, belajar Al-Qur'an juga bisa sambil Shalat kok. Coba deh dimulai sesegera mungkin Para Imam Masjid bersepakat untuk mengajarkan bacaan Al-Qur'an lewat Shalat2 Maghrib, Isya dan Subuh.
*Imam Masjid : Wah gimana caranya itu?
*Jama'ah Muda:* Sangat sederhana kok Pak Haji, caranya mulailah diumumkan kepada Jama'ah bahwasanya terhitung hari Jum'at para Imam akan membaca Al-Qur'an secara murotal dan jama'ah seharus nya sudah mengerti akan menyimaknya dengan baik disaat :
*Shalat Subuh* Imam akan membaca *Al-Qur'an dari Surat Al-Baqoroh* rakaat Pertama ayat 1 s/d ayat 7 dan rakaat Kedua ayat 8 s/d 12.
*Shalat Magh'rib* rakaat Pertama membaca ayat 13 s/d ayat 18 dan ayat 19 s/d ayat 22 pada rakaat kedua
*Shalat Isya : rakaat Pertama ayat 23 s/d 30 dan ayat 31 s/d ayat 34 pada rakaar Kedua.
Dan seterusnya dilanjutkan sampai kita semua khatam Al-Qur'an, dengan demikian jama'ah secara tak langsung sedang belajar Al-Qur'an pada tingkatan awal di Masjid dan diharapkan bisa mengulangnya sesampai dirumah.
*Imam Masjid : Wah agak sulit yah, artinya para Imam Masjid harus hafal Al-Qur'an yah.
*Jama'ah Muda : Ooh tidak perlu harus hafal Pak Haji. Sepengetahuan Saya Para Imam kita fasih bacaan Al-Qur'an nya, mereka bisa baca lewat Al-Qur'an besar yang kita sediakan di Mihrab. Dan para Imam bisa menyiapkan diri sebelumnya sesuai jadwal dan ayat2 bacaan nya termasuk para Imam ba'dal.
*Imam Masjid : Oooh begitu Nak. Baiklah sepertinya usulan ini cukup bagus, karena secara tak langsung para Imam belajar lagi yah, ketimbang bacaan nya dari itu ke itu juga yah.
*Jama'ah Tua *_(dari tadi diam saja, sekarang nyeletuk)_* Nah Pak Haji paham sekali itu, karena Saya sendiri s**a bertanya tanya kenapa yah Imam yang berbeda saat Shalat Isya baca surat A eeeh saat Subuh bacaan nya surat A lagi capeee deh.
*Imam Masjid : Aaah Pak Tua bisa saja nih guyonan nya. Ambil hikmahnya saja, Bapak khan jadi bisa menghafalnya.
Baiklan Anak Muda, usulan ini akan Kami bahas bersama2 dengan DKM dan Para Masjid Karena merekalah yang akan merealisasikan nya jika disetujui.
Terima kasih atas bincang2 nya pagi ini semoga bermanfaat dan sebelum nya mohon maaf ya sudah menyita waktunya tak terasa sudah sejam lebih kita ngobrol.
*Jama'ah Tua dan Muda : (serempak) sama sama Pak Haji.
Setelah bersalam salaman, merekapun berpisah untuk aktifitas masing2.
===
Note :
MasyaaAllah, Walhasil usulannya di terima Masjid dan melaksanakan nya sehingga kini Masjid pun semakin Makmur dari hari ke hari Jama'ah nya bertambah.
===

25/10/2014

Sebuah cermin akan memantulkan apapun objek di depannya sama besar, jarak bayangan sama, tegak dan berlawanan arah. Tidak peduli apakah si objek adalah beridentitas sebagai benda mewah atau murahan, keras atau lembut, indah atau jelek, semuanya akan dipantulkan. Tulisan ini terinspirasi ketika saya baca Hati ibarat Cermin di blog kangboed. Saya yakin sejak kecil kita telah dikenali oleh benda persegi (mungkin oval) yang terbuat dari kaca berlapiskan alumunium/perak tipis. Di benda tersebutlah kita mulai mengamati siapa di balik kaca berlapiskan perak tersebut. Itulah benda yang bernama cermin yang selalu menemani kita sejak kecil hinggg saat ini, dan tidak sedikit orang menghabiskan waktu, perhatian dan energi pada wajah-tubuh karena melihat si cermin ini. Namun, kita tidak akan membahas cermin โ€œfisikโ€ semata. ***** Alam Semesta adalah sumber inspirasi pengetahuan kehidupan. Mulai air, bunga, bebatuan, semut, tetumbuhan, hingga benda yang satu ini : Cermin dapat kita gunakan sebagai sumber inspirasi roda kehidupan. Apa yang dapat kita pelajari cermin adalah dari hakikat cermin itu sendiri [topik ini khusus menganalisi cermin datar, bukan cermin cembung/cekung]. Sebuah cermin [datar] akan memantulkan apapun objek di depannya sama besar, jarak yang sama, tegak hanya berlawanan arah [kiri menjadi kanan, dan sebaliknya]. Tidak peduli apakah si objek adalah beridentitas sebagai benda mewah atau murahan, keras atau lembut, indah atau jelek, semuanya akan dipantulkan. Semakin bersih permukaan cermin, maka bayangan cermin akan tampak semakin jelas seperti aslinya. Kapan saja ada orang cermin, cermin akan langsung memberi bayangannya. Karateristik cermin ini tentu tidak dapat kita temukan pada tanah ataupun batu yang sulit memantulkan cahaya dan membentuk bayangan benda. Meskipun cermin sekalipun, jika permukaannya kotor atau retak/pecah, maka cermin akan memberi bayangan terdistrorsi dari aslinya. Dari sifat cermin di atas, maka pada hakikatnya hati manusiapun tidak berbeda dengan cermin, begitu juga hakikat cermin tidak berbeda dengan hati. Hati yang bersih akan melihat semua fenomena/kejadian dengan โ€œkaca mataโ€™ bening tanpa memberi embel-embel. Hati yang bersih bak cermin akan menghargai semua fenomena dengan apa adanya. Hati yang bersih tidak akan mendiskriminasikan si kaya atau si miskin, si cantik atau si jelek, si pintar atau si bodoh, semuanya akan diperlakukan layaknya sebagai manusia yang manusiawi. Hati bersih tidak akan memberi โ€œbumbuโ€ atau noda kepada setiap entitas, bukan pujian, bukan p**a celaan. Ia akan memperlakukan terbaik, ia akan memberi dukungan terbaik, dan memberi nasehat terbaik untuk berubah menjadi lebih baik. Hati bersih bukanlah penjilat yang membesarkan suatu bayangan, bukan p**a penipu yang menyembunyikan realitas dengan menghalangi suatu objek pada permukaan cermin. Hati bersih sama sekali bukan sesuatu yang pandir, apatis, namun memberi proporsi yang pas, tepat dan rasional bak cermin yang memantulkan sebuah benda dengan besar dan tinggi yang sama. Hati yang tulus dan bijak dapat kita temukan pada kasih sayang orang tua pada kita, ibu kita. Kisah dan cerita Ibu yang sesungguhnya adalah mereka melahirkan, merawat, membesarkan dan merawat putra-putrinya bukan untuk mengharap balasan budi, tapi suatu kebaikan pada anaknya. Seorang Ibu akan selalu bingung jika diberi pilihan siapa putra-putri yang paling disayanginnya dan mana yang tidak/kurang. Semuanya sama bagi seorang Ibu. **** Hati bukanlah cermin, dan cermin bukan p**a hati. Namun dari sifat fenomena cermin, kita sebenarnya dapat menemukannya dalam hati terdalam kita yang mana dipermukaan masih diselubungi oleh noda dan bintik. Noda hati adalah pemikiran dan pandangan diskriminasi. Sedangkan inti sari hati adalah pemikiran non diskriminasi, suatu pikiran yang tidak membeda-bedakan. Inilah mati hati, mata cinta kasih, mata kebijaksanaan. Hati bukanlah cermin, dan cermin bukan p**a hati. Yaโ€ฆkarena sebuah cermin memiliki keterbatasan ruang, sedangkan hati manusia memiliki dimensi yangtidak hingga jika saja kita mengembangkannya. Jika cermin hanya bisa memantulkan suatu entitas objek yang nyata, namun hati bisa memantulkan entitas sebuah โ€œcintaโ€ yang abstrak. Hanya saja, apakah kita memberi ruang dan waktu agar hati kita berkembang seraya mengangkat bintik dan noda di permukaan hati agar semakin bijak dan semakin banyak orang merasakan kedamaian dan keindahan cerminan hati kita. Mari kita bekerja utk membesarkan panji2 Islam di kota yg Religius Tangerang Selatan yg sedang bebenah ini dengan HATI utk menyandingkan Masjid berskala kota disamping Gdg Pusat Pemerintahan Kota Tangeang Selatan ini semoga Allah swt meridhoi segala upaya dan ikhtiar kita semuanya Support dan dukung kami di : No. Rek Bank Syariah Mandiri No. 1190033304 a / n Yys Masjid Akbar AlIkhlas Via ATM bersama tambahkan kode 451 (BSM) BTN no. Rek 003040150000 821-1 a / n Masjid Akbar Kota Tangerang Selatan

06/06/2014

AlKhoir alkai water adalah air minum mineral yang bersifat Alkali, alKhoir mempunyai Anti Oksidan tinggi. Air minum Alkhoir diproduksi bahanbakunya dari air PAM BSD yg bersatandard internasional dengan proses filterlisasi yang higines dan dengan mesin Air Alkalizer yang menciptakan air terionisasi dengan memisahkan air yang telah difilter (Reverse osmosis) menjadi air yang bersifat alkali/basa (IONIZED). Sebagai antioksidan, air minum Alkhoir memberikan energi kepada tubuh kita. Disamping sebagai pendetoksifikasi & hydrator yang superior (menjaga Keseimbangan cairan dalam tubuh dan merupakan syarat penting untuk fungsi metabolisme sel tubuh) dari pada air konvensional, air minum AlKh oir juga menyeimbangkan pH tubuh yang menolong pencegahan penyakit dan lebih spektakulernya hasil dari penjualan product ini 40 % nya dari hasil penjualan sepenuhnya dihibahkan utk Panitia Perluasan dan Pembangunan Masjid Akbar Kota Tangerang Selatan
Untuk informasi lebih lanjut hubungi kami di 082110345203 & 085966163859 .

03/01/2014

Dirgahayu Kementrian Agama yg ke 68 , 3 Januari 2014 semoga semakin Profesional dan amanah

Address

Tangerang
15416

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Akbar Al-Ikhlas Tangerang Selatan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Masjid Akbar Al-Ikhlas Tangerang Selatan:

Share