25/01/2014
Final IIC di Luar Negeri
»» Lagi-lagi Arema gagal mencicipi nikmatnya jadi juara Inter
Island Cup (IIC) 2014. Setelah musim lalu gagal di semifinal,
tahun ini, Singo Edan sukses tembus final IIC.
Tapi, akhirnya
antiklimaks karena tak pernah menghadapi pertandingan
penghabisan lawan Persib Bandung. Misi Arema untuk
mengakhiri puasa juara Inter Island Cup, harus tertunda.
Untuk sementara ini, sebaiknya publik Malang Raya melupakan
final IIC 2014. Meskipun gelar juara sudah hampir di depan
mata, keputusan PT Liga Indonesia untuk membatalkan final di
Sidoarjo sudah definitif alias tak bisa diganggu gugat.
Pertanyaan yang muncul, kapan dan dimana nantinya final
digelar? Ternyata, Media Officer Arema, Sudarmaji, justru
memiliki pandangan yang istimewa. Final bisa digelar di luar
negeri. Bisa di Singapura atau bahkan Malaysia.
Alasannya sepele, karena tidak ada kota yang mau dijadikan
tempat netral untuk penyelenggaraan final IIC 2014. Dua
finalis, Arema dan Persib, memiliki sejarah rivalitas yang
kental. Khususnya, rivalitas suporter. Masalah gesekan
suporter ini juga yang jadi akar penyebab ditundanya final
IIC 2014 di Sidoarjo.
‘’Ya kalau tidak ada kota yang diizinkan polisi untuk jadi venue
pertandingan, mungkin finalnya digelar di luar negeri saja.
Bisa Malaysia atau Singapura,’’ lanjut mantan wartawan
tersebut.
Pendapat itu, bukan tanpa alasan. Belakangan memang muncul
wacana untuk menggelar laga final di luar negeri.
Isu tersebut
berhembus kencang di media-media online maupun jejaring
sosial.
Tetapi mau tidak mau, isu tersebut seperti memukul wajah para
otoritas keamanan Indonesia. Bagaimana bisa klub Indonesia
tidak bisa menggelar pertandingan di negerinya sendiri.
‘’Minimal itu jadi bahan introspeksi semua pihak, agar duduk
bersama dan saling beri pemahaman. Sepakbola kita sudah
mulai kondusif, jangan sampai kehilangan momentum itu
dengan masalah ini,’’ tutupnya.
Sedangkan untuk waktu pelaksanaan, Sudarmaji menyebut,
laga itu bisa digelar pada jeda kompetisi atau paruh musim
ISL. Media Officer Arema, Sudarmaji mengungkapkan
kemungkinan itu cukup besar.
Sebab, jadwal ISL terhitung
longgar.
‘’Kita ada jeda kompetisi ISL pada bulan Mei (paruh musim)
dan Juni-Juli (jeda Piala Dunia dan Pilpres), mungkin saja final
IIC 2014 digelar pada tanggal-tanggal tersebut. Cukup masuk
akal,’’ kata Sudarmaji.
Hanya saja, ketika semua sibuk berpikir dan menebak, kapan
plus dimana final nanti digelar, pelatih Arema, Suharno memilih
untuk langsung fokus ke ISL.
‘’Kita lupakan saja final.
Karena sudah batal digelar,
sebaiknya kita cari yang pasti saja, yakni ISL. Kalau final
sudah ada tanggal dan tempat penyelenggaraan, baru kita
bicara lagi soal final IIC,’’ tegas Suharno kepada Malang Post
usai memimpin latihan pagi di UB Sport Club, kemarin.
Suharno tak mau berharap banyak pada PT LI untuk segera
menggelar final dalam waktu dekat ini. Sebab, ia cukup yakin
final IIC tak akan bisa dilaksanakan jelang persiapan ISL yang
tinggal menghitung hari. Tepatnya, 10 hari lagi, I Gede
Sukadana dkk sudah harus menghadapi laga perdananya di ISL 2014.
Persijap Jepara akan jadi tamu pertama Arema di Stadion
Kanjuruhan. ‘’Lupakan IIC. Kalau sekarang kita masih nafsu,
kita gak bisa fokus ISL. Jadwal ISL sama sekali tidak berubah.
Jadi, mau tak mau harus fokus ke ISL,’’ terang pelatih yang
pernah membela Persipura Jayapura itu.
Namun, ia tetap berharap ada jalan keluar yang jelas dari PT
LI terkait jadwal final dan venue pelaksanaan. Suharno tidak
mau ada juara bersama. Ia tetap meminta ada final yang
digelar. Sebab, publik sepakbola Indonesia, pasti sudah
menanti-nantikan laga panas dua tim kuat dari p**au Jawa ini.
Ia pun menolak bila final digelar tanpa penonton, seperti yang
terjadi di final Piala Gubernur 2013, antara Arema dan
Persebaya. ‘’Kalau final tanpa penonton, saya tidak setuju.
Final tanpa penonton itu ibarat makan sayur tanpa garam.
Tawar. Tidak ada rasanya,’’ tutur pria yang berdomisili di
Sengkaling itu.
SATU JIWA AREMA !! NEMEN