05/09/2026
Malaysia menetapkan status darurat akibat kabut asap di seluruh Divisi Serian, Sarawak, setelah indeks polusi udara (API) mencapai kategori berbahaya.
Berdasarkan data Environmental Quality Management System, API di Serian mencapai 514 pada Jumat (4/9/2026) pukul 16.00 waktu setempat, sedangkan Kuching mencapai 313.
“Pemerintah akan terus memantau perkembangan dari waktu ke waktu dan memastikan semua tindakan yang diperlukan segera diterapkan, termasuk upaya mitigasi serta penyebaran informasi dan saran kesehatan kepada masyarakat,” kata Kantor Perdana Menteri dalam sebuah pernyataan dikutip Malay Mail, Jumat (4/9/2026).
Selain itu, sebanyak 647 sekolah di sejumlah distrik Sarawak akan ditutup selama lima hari, 7-11 September 2026.
Penutupan sekolah berlaku di wilayah yang berada di bawah kantor pendidikan distrik Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, Kanowit, Julau, dan Maradong.
Selain itu, kabut asap lintas batas juga berpotensi berdampak jangka panjang terhadap ekosistem dan satwa liar.
Pakar Tata Kelola Lingkungan Universitas Putra Malaysia (UPM), Profesor Madya Haliza Abdul Rahman, mengatakan asap beracun dapat menyebabkan gangguan pernapasan kronis pada satwa, menurunkan reproduksi, menyebabkan dehidrasi, serta mengurangi ketersediaan makanan.
"Asap beracun juga mengganggu siklus hidup serangga penyerbuk seperti lebah dan kunang-kunang, sekaligus memengaruhi ketersediaan makanan bagi hewan pemakan buah seperti burung rangkong,” tutur Haliza.
Untuk mengurangi dampaknya, Haliza mengusulkan pembentukan tim respons cepat lintas lembaga yang melibatkan Departemen Satwa Liar dan Taman Nasional (Perhilitan), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia (JBPM), serta organisasi non-pemerintah (LSM).
(Prihatini Wahyuningtyas/Tirto.id)