27/12/2016
UJIANKU (True Story Part 1)
____________________________________________________
Sharing cerita ini adalah nyata dan fakta yang terjadi pada saya sendiri.
Perkembangan teknologi sedemikian pesatnya. Dan teknologi purba juga masih berlaku.
Semoga ujianku bisa membawa manfaat kepada semua orang agar menjadi lebih bijaksana, sabar, tawakal dan selalu waspada dalam berhubungan dengan sesama manusia.
Dalamnya laut dapat diduga, apa yang ada dalam hati orang lain hanya ALLAH SWT yang tahu. Hanya DIA yang MAHA TAHU.
Disaat hukum tidak dapat menjangkau kejahatan, maka hanya ikhlas, sabar, tawakal dan taqwa yang akan menyelamatkan kita.
____________________________________________________
Jika membantu orang lain dalam menyelesaikan masalah hukum adalah merupakan bagian dari pekerjaan/profesiku, maka beberapa bulan terakhir saya berusaha menyelesaikan masalahku sendiri.
Jika dari permasalahan hukum orang lain yang saya bantu untuk penyelesaiannya saya bisa belajar dan mengambil hikmahnya, maka dari permasalahanku sendiri tidak pernah saya temui masalah sekompleks ini sebelumnya.
Terlalu berbahaya dampaknya buat institusi baik swasta atau institusi negara jika saya ungkap secara detail apa dan bagaimana masalah itu.
Dengan penyebab yang sepele, subyektif, namun bisa menggoncang dan menjebol beberapa sistem keamanan data/security data system lintas negara.
Dimulai dengan alasan cemburu, tidak rela, marah dan kecewa.
Alasan subyektif.
Namun akibatnya adalah luar biasa.
Mulai dari penyadapan semua nomor handphone, atau dikenal dengan bahasa keren tapping atau interception, atau bagi para black hacker membungkus perilaku tersebut dengan bahasa halus : Alih Informasi.
Penyadapan bukan oleh yang berwenang adalah melanggar HAM dan kejahatan serius.
Kemudian dari penyadapan tersebut dilanjutkan p**a dengan "Pencurian", lebih tepat dengan istilah "perampokan' karena dikuras habis.
Dan yang terakhir adalah kejahatan terhadap nyawa seseorang yang dilakukan secara metafisika.
Dan ternyata penyadapan tersebut dilakukan oleh 2 (dua) pihak dengan tujuan yang berbeda.
1 (satu) pihak untuk mencuri seluruh informasi, sebut saja Mr. Hitam dan 1 (satu) pihak, sebut saja dengan Mr. Putih, untuk melindungi karena tahu jika komunikasiku dengan Miss X telah disadap.
Tentu bukan oleh pihak KPK, satu-satunya lembaga yang secara hukum memiliki wewenang untuk menyadap.
Bagaimana Mr. Putih mengetahui jika Mr. Hitam melakukan penyadapan?
Dari perilaku dan komunikasi saat bertatap muka dan dari sesama hacker.
Dari penyadapan tersebut seluruh informasi dan transaksi b**k telah beralih informasi kepada pihak lain.
Komukasiku dengan Miss X selalu diawasi, SETIAP SAAT.
Pergi kemanapun selalu diawasi Mr. Hitam dan Mr. Putih untuk proteksi. Bahkan suatu saat muncul secara fisik dengan bertatap muka. Tidak ada kecurigaan karena kita menganggap suatu kebetulan belaka.
Bagaimana saya yakin jika disadap?
Handphone saya adalah Handphone GSM dengan sistem operasi android. Support dual GSM, yaitu GSM-GSM.
Namun di handphone milik saya muncul 2 (dua) IMEI, yaitu International Mobile Station Equipment Identity, yang merupakan identitas dari kedua GSM tersebut dan muncul 1 (satu) MEID, yaitu Mobile Equipment Identifier, yang merupakan identitas dari handphone dengan tekhnologi CDMA.
Nah, handphone saya tidak support CDMA.
Dengan kata lain, 2 (dua) IMEI ada dalam handphone saya dan 1 (satu) MEID dalam kekuasaan orang lain.
Mengetahui hal tersebut saya tidak lakukan root pada handphone saya, karena saya dengan bantuan teman-teman "white hacker" mengejar melalui jejak elektronik yang terkoneksi antara handphone saya dan perangkat yang dikuasai orang lain tersebut.
Apakah saya mengetahui siapa otaknya?
Apakah saya mengetahui siapa pelaku-pelakunya?
Apakah saya mengetahui dimana saja itu dilakukan?
Apakah saya mengetahui dimana saja itu dikontrol dan dikendalikan?
Apa upaya yang telah saya lakukan untuk menghentikan itu?
Apa kendala yang saya hadapi dalam menghadapi masalah ini?
Apa kendala institusi yang berwenang dalam menyelesaikan masalah ini?
Bersambung ......... UJIANKU (True Story Part 2)