12/07/2018
Drem yol lok, fahdonne.
Masih ingat dengan kisah "Aldudagga"? Sekarang kita bahas sambungannya di bagian 2 :D
Untuk part 1, baca di sini: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1544781748975190&id=662903987162975
~ MDet. $
~~~~~~~~~~
Babak Dua, "Bagaimana Herkel the Fool (si Bodoh) menjadi Clever Man (Orang Pandai)"
~~~~~~~~~~
Ini terjadi di masa Ysgrim (Ysgramor)... Yang nafasnya begitu berbobot oleh suara bertenaga...
..(setelah) beberapa malam, kehancuran Sarthaal akhirnya mulai jelas dan salju pun turun gegap gempita. [Ysgrim] menggelengkan kepala, sambil berkata pada para thane tameng serta istri-istrinya, "Dan bila nanti (tempat) ini terkubur lagi, siapa yang akan mengingat aula serta rupanya yang agung, serta air terjun suara ataupun rumah gading dimana Jarl the Tongue lahir dari rahim ibunya sambil meneriakkan ucapan tak senonoh yang mana hanya orang dewasa yang paham? Siapa yang akan menghentikan saljunya?" (sebab tiada sesiapapun yang bisa menghentikan salju.) *karena salju dapat mengubur sejarah*
Maka begitulah kemudian Host alias 'Empu' (Ysgramor) hilir-mudik dari timur, ke utara, lalu ke timur lagi dalam perjalanan yang panjang, hingga melewati Hrol'Dan (yang pertama), kemudian muncullah ide di kepala Herkel the Shield-Fed, "Tuanku, hamba terpikir ide yang mungkin bisa menjaga kenangan kita akan Sarthaal serta rupanya yang agung agar tetap hidup, dan itu tak hanya melalui nyanyian. Jikalau (ide) ini sesuai dengan selera Anda, meskipun kita tidak bisa membangunnya kembali, bisakah seorang Nord ini mengucapkan sepatah doa jadi para dewa bisa menampakkan negeri kita kembali ke masa jayanya?"
Herkel belum sekalipun jadi si "Orang Pandai", jadi Ysgrim memandangnya sambil mengerling. Apa yang Herkel katakan itu bak perkataan magis, tapi terkadang ide bisa tumbuh bahkan dari tempat yang tak ada tanah sebelumnya. (Inilah berkah yang oleh Kyne disebut [inspirasi].)
Akhirnya, Ysgrim berkata, "Kau boleh bicara, Herkel, dan kami akan dengarkan." Lalu semua thane tameng serta para istri terpaku pada Herkel, karena mereka semua turut ingin melihat Sarthaal yang musnah kembali beserta rupanya yang agung, bahkan walau hanya dengan ilusi yang turun melalui doa. Kemudian Herkel pun memulai:
"Jadi, Sarthaal 'kan sekarang hancur, para elf pun memastikan itu!" (Di sini, semua yang hadir memaki rasa hukum adat.) "Bahkan walau hamba melemparkan tameng leluhur dari perutku bak cakram yang kemudian membunuh barisan pertama mereka, lalu si Eriksdotter menari bersama tarian tirai es yang kemudian membunuh barisan kedua, lalu si Broga mengentuti gunung yang kemudian membunuh barisan ketiga dan keempat (tadi itu lucu), lalu si Vjevaka menggelindingkan nomor hoki dengan tulang simbol yang kemudian membunuh barisan kelima, lalu si Haljor... [pada titik ini, Herkel menyebutkan tiap amal dari masing-masing "enam ratus beserta beberapa" pendekar Nordis yang berbaris]... Lalu engkau, rajaku, bahkan walau engkau telah membunuh sendiri barisan ke-5000 dengan Olendrung (Volendrung), bahkan setelah mengerahkan semua ini, para elf tetap saja datang! Dan iya, kita kalah pada akhirnya serta mempertaruhkan negeri kita yang tersayang, beginilah ceritanya kita semua membekukan bokong kita pada perjalanan yang sangat panjang ini..."
Hingga di titik ini, Herkel the Shield-Fed telah berpidato begitu panjang sampai ia sendiri yang mesti berhenti. Pidato itu [benar-benar hebat] sampai-sampai dia bisa bicara sebegitu lama di tengah dingin, tapi rongga perutnya benar-benar membara saat itu [bahkan hanya dengan menceritakan semua amal penontonnya], dengan begitu ia hampir dapat menyelesaikan seluruh pemikiran di kepalanya. Tapi lihat kini! Nord lainnya telah membeku sampai mati selama dia berpidato. (Inilah sebabnya sekarang sudah termasuk hal yang sopan untuk menyela saat kau kedinginan)
"Ah, sial!" kata Herkel, "Aku berpidato kelamaan sampai aku ternyata telah membunuh semua teman seperjuanganku hingga rajaku sendiri! [Mereka dari awal] terikat sumpah untuk mendengarkanku dan sekarang kehancuran Sarthaal pun lengkap sudah! Oh, betapa bodohnya aku mengira diriku Orang Pandai yang penuh dengan ucapan magis! Lihat apa akibatnya terlalu banyak ngomong?"
Tapi sudah pasti Dagon (yang telah mendengar namanya 'Herkel') muncul, lalu si Lord of Misrule (Raja Salah Atur) tua itu pun tertawa dan berkata, "Sungguh, sungguh betapa kampretnya dirimu, Herkel Shield-Fed! Lihat sekarang, kau telah melakukan apa yang tak bisa dilakukan oleh para legiun elf yang tiada habisnya, dan dari sebab itu p**a berarti hancurlah sepenuhnya sang Host of Hoary (Empu Ubanan) - Raja Ysgrim!"
Lalu Herkel mulai menangis dan memohonkan diri di hadapan Yang Mulia Dagon, sambil berkata, "wahai Pemimpin Badai Api dan Angin Gemilang, wahai Raja Raksasa dari Segala Marabahaya, wahai Dagon Sang Jahat yang... Hei, tunggu sebentar! Bagaimana ceritanya kau bisa ke sini? Ini 'kan bukan masa kemunculanmu!
Dan Dagon pun tertawa lagi, sambil berkata,"(Benar) banget, Herkel, tapi semua pertumpahan darah dan api di Sarthaal sudah cukup buatku [untuk menembus selubung Oblivion]! Semua bisikan ke telinga para elf itu benar-benar berhasil!" Herkel Shield-Fed kini mengerlingkan matanya pada Dagon lalu berkata, "Tunggu, jadi kau yang mengirim sekump**an elf yang walau sudah menembus barisan ke-5000 pun, tetap tak bisa dihentikan?" yang mana dibalas oleh Dagon, "Tentu saja! Walaupun itu mudah sekali, karena lagian mereka benci padamu... Tapi ya, ya, memang akulah yang menyalakan api dalam mimpi dan bayangan suram, yang mana sekarang memang waktunya buat padam! Nah, sekarang aku pergi dulu untuk menikmati masa tinggalku! Siapa yang tahu berapa lama lagi waktuku sampai Alduin tahu kalau aku kabur dari perangkapnya lagi!"
Namun setelah Dagon mengucapkan semua itu, Herkel telah memecahkan (martil) Olendrung dari ikat pinggang Ysgrim yang membeku. Lalu dengan amarah terbendung dia menghantam si Lord of Misrule tepat di atas kepalanya. Dagon tumbang ke salju dengan melembam hebat, tak sadarkan diri. Saat Herkel hendak menghamburkan otak si iblis, seketika ia berpikir: "Tunggu sebentar! Membunuh raja [dari Void (Ruang Hampa)] tidak akan bertahan lama dan aku tidak yakin apa Olendrung bisa melakukan lebih banyak faedah selain membuatnya pingsan! Duh, Dagon pasti akan marah besar saat dia bangun lalu menghancurkan lebih banyak lagi! Aku harus cari jalan keluar dari kekacauan ini! Apa yang bisa kuperbuat, seorang yang tolol yang hanya bisa menjalankan kejadian saat ini, agar menyatukan dua [sisi] ke dua [lokasi] bersamaan?
Herkel pun mendapat ide dan mulai menyeret tiap mayat beku dari raja serta teman seperjuangannya ke reruntuhan Sarthaal, bolak-balik dari barat, ke selatan, lalu ke barat lagi. Dia harus membawa mereka sepasang demi sepasang (dua mayat dalam sekali seret) karena mereka sebeku es dan tidak akan bisa dilekukkan agar mudah dibawa. Jadi setiap kali Herkel kembali untuk pasangan mayat berikutnya, Herkel akan mengayun Olendrung lalu menghantam Dagon agar tertidur lagi. Akhirnya, setelah semua kerja keras tersebut (tiga ratus serta beberapa jumlah tambahan perjalanan ke Sarthaal), Herkel menyeret Dagon ke tepi reruntuhan. Dagon masih tak sadar, jadi Herkel masih punya waktu untuk menyelesaikan rencananya.
Dia berdoa pada Alduin sang naga waktu, yang mana merupakan musuh terhebat manusia, karena Alduin menelan seluruh dunia tiap kali dia bangun. Tapi Herkel tahu kalau Dagon adalah musuh yang lebih besar bagi naga, jadi dia mengucapkan doanya, berkata, "Penelan-waktu yang Kuasa, hamba Herkel the Fool (si Bodoh), dan hamba memang sepenuhnya bodoh. Tapi hamba telah berjuang dengan gagah berani atas gugurnya Sarthaal yang mana terhampar di kaki hamba, bersamaan dengan yang bertanggung jawab atas kehancurannya. Hamba tidak meminta engkau untuk bangun, Alduin, karena itu akan menghancurkan lebih banyak daripada yang Dagon lakukan (dan sudah berkali-kali hamba terus menggetok kepalanya)! Dan hamba tidak meminta engkau untuk menghidupkan kembali raja serta sahabat seperjuangan hamba, karena itu merupakan wewenang saudara engkau (Akatosh) dan hamba tidak sampai sebodoh itu untuk meminta hal seperti itu! Dan hamba tidak meminta engkau untuk memutar balik waktu, karena itu melawan hukum segala dewa! Tapi hamba meminta sedikit bantuan sahaja, walaupun..." (Dan dari sini, dia terus berdoa.)
Kemudian Dagon pun terbangun dengan sakit kepala tak tertahankan lalu memandang ke Sarthaal dan lihat! Sarthaal tidak hancur sama sekali! Ada rupanya yang agung, aula-aulanya, tumpah ruah air terjun suara, serta rumah gading dari Jarl the Tongue! Serta di hadapannya berbarislah pas**an serta sang Empu Ubanan Ysgrim bersiap untuk berperang!
"Ah sial!" kata Dagon, berguncang karena kepalanya yang sakit, "Aku datang terlalu awal, karena kehancuran Sarthaal belum terjadi, sebab aku lihat pas**an Raja Ysgrim menanti para elf yang kukirim. Apa yang kupikirkan, sampai aku (nekat) datang sebelum selubungnya tembus? Bahkan hukum tipu daya pun tidak akan bisa membantuku kalau kulakukan itu!"
Akhirnya Dagon pun menghilang kembali ke penjaranya [di Void]. Dan bersamaan dengan kepergiannya, hilang p**a keagungan Sarthaal lama, sebab kejayaan tersebut hanya muncul oleh doa dari Herkel the Fool, yang berdiri di antara prajurit beku yang berbaris seolah hendak bertempur. Rencananya berhasil, walaupun semua itu hanya sedikit sekali bisa menenangkannya, lalu ia pun mengucapkan selamat tinggal pada sahabat seperjuangan serta rajanya... seiring salju turun dan mengubur Sarthaal selamanya, Herkel mendaki titian High Hrothgaar, dimana ia pun akhirnya menjadi si Clever Man [Orang Pandai]. (Dan inilah sebabnya apabila kau berdoa cukup keras, kau akan melihat Sarthaal di luar sana dalam bentuk kenangan saat masa kejayaannya.)