KASS Indonesia

KASS Indonesia KASS adalah firma Kekayaan Intelektual yang membantu dalam perlindungan dan pemanfaatan komersial

DGIP juga memperkenalkan IP Marketplace untuk memudahkan komersialisasi IP. IP Marketplace dirancang untuk memungkinkan ...
20/02/2026

DGIP juga memperkenalkan IP Marketplace untuk memudahkan komersialisasi IP. IP Marketplace dirancang untuk memungkinkan pemegang IP mempromosikan, menjual, dan melisensikan hak IP mereka kepada investor potensial. Inovasi PressTV ini merupakan bagian dari upaya DGIP Kementerian Hukum dan HAM RI untuk membuat proses memperoleh perlindungan hak IP di Indonesia lebih mudah. 🌐

Selain itu, DGIP telah memperkenalkan POP Merek, yang merupakan bagian integral dari Portal Pendaftaran Merek DGIP yang memungkinkan proses perpanjangan merek, perolehan kutipan resmi pendaftaran merek, dan pencatatan lisensi merek dilakukan secara instan. Dengan POP Merek, pemohon dapat memperoleh sertifikat perpanjangan merek, kutipan resmi, dan sertifikat pencatatan lisensi merek dalam beberapa menit.

Platform ini membuka peluang baru bagi startup dan UKM untuk mengubah inovasi mereka menjadi nilai ekonomi yang dapat diukur. Kekayaan intelektual bukan lagi hanya hak hukum - tetapi aset bisnis yang dapat diperdagangkan dan dibiayai. 💰

Dalam dua tahun terakhir, permohonan paten Indonesia mencapai salah satu level tertinggi dalam satu dekade, dengan pertu...
13/02/2026

Dalam dua tahun terakhir, permohonan paten Indonesia mencapai salah satu level tertinggi dalam satu dekade, dengan pertumbuhan konsisten hingga 2025. WIPO juga mencatat kenaikan +8,4% dalam filing asal Indonesia pada 2024.

🌏 Partisipasi pemohon asing khususnya dari Tiongkok melalui strategi China +1 turut mendorong lonjakan paten, merek, dan desain industri. Bahkan, Indonesia mencatat pertumbuhan desain industri nasional terbesar di dunia pada 2023 (37,3%), dengan tren positif berlanjut di 2024.

🚀 Dengan momentum ini, 2026 berpotensi menjadi tahun yang lebih besar lagi bagi ekosistem KI Indonesia.

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam perlindungan kekayaan intelektual, tercermin dari posisinya yang tetap berada...
03/02/2026

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam perlindungan kekayaan intelektual, tercermin dari posisinya yang tetap berada di Priority Watch List USTR selama 16 tahun berturut-turut. Menurut laporan K&K Advocates yang dirilis pada April 2025, Indonesia masih menghadapi masalah serius dalam enforcement IP, pembajakan yang meluas, serta kelemahan dalam sistem hukum paten dan hak cipta.

Namun, pemerintah Indonesia telah merespons dengan langkah strategis. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) ditugaskan untuk memimpin reformasi perlindungan KI nasional melalui Roadmap KI Nasional yang terbagi dalam tiga fase. Menurut analisis yang dipublikasikan Lexology pada September 2025, fase pertama (2025 sampai 2026) berfokus pada konsolidasi dan perbaikan regulasi KI Indonesia untuk mengatasi fragmentasi hukum dan memperkuat kerangka penegakan hukum. 📊

Roadmap ini memiliki tiga standar pengukuran efektivitas yang jelas: peningkatan pendaftaran KI, peningkatan sirkulasi produk KI dan profitabilitas terkait, serta integrasi UMKM dan institusi pendidikan ke dalam regulasi KI Indonesia. Ini bukan sekadar perbaikan administratif, tetapi transformasi sistemik yang bertujuan menjadikan Indonesia sebagai hub KI yang dapat diandalkan baik untuk pelaku bisnis domestik maupun internasional pada tahun 2035.

Bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia, fase konsolidasi 2025 sampai 2026 ini menghadirkan jendela peluang strategis. Perusahaan yang proaktif dalam memperkuat portofolio KI mereka melalui pendaftaran yang komprehensif, dokumentasi yang kuat, dan strategi perlindungan yang terstruktur akan berada dalam posisi yang jauh lebih baik ketika framework penegakan hukum diperkuat di fase berikutnya.

Tantangan enforcement yang masih ada saat ini, termasuk maraknya pembajakan online dan produk palsu, justru memperkuat urgensi untuk memiliki strategi KI yang defensif dan ofensif. Perusahaan perlu mempersiapkan sistem dokumentasi KI yang kuat, melatih tim internal tentang protokol perlindungan KI, dan membangun mekanisme monitoring untuk mendeteksi pelanggaran sejak dini. 📈

Dengan U.S. Chamber of Commerce menempatkan Indonesia di peringkat 50 dari 55 dalam IP Index 2025, tekanan internasional akan terus mendorong reformasi lebih lanjut. Perusahaan yang berinvestasi dalam tata kelola KI yang solid sekarang akan memiliki keunggulan kompetitif signifikan saat Indonesia bergerak melalui fase roadmap menuju tahun 2035.

31/01/2026

Recognition like this isn’t about trophies. It’s about the tangible impact we create for our clients across Southeast Asia. The WTR 1000 2026 Silver Band ranking reflects our relentless focus on delivering trademark and IP solutions that are strategically tailored and commercially driven.

Even more gratifying is seeing our people acknowledged individually for their contribution and expertise:

- P. Kandiah, our founder, whose nearly four decades of IP mastery continue to shape and inspire our work.

- Geetha Kandiah, CEO, whose client-focused leadership and sharp commercial advocacy have guided KASS for 20 years.

- Amir Murshidi, Assistant Manager (Trademark & Design), renowned for his multidimensional ASEAN advisory and thought leadership in IP.

- Jaynthi Kanesarajah, Assistant Manager (Trademark & Design), who drives our trademark team with deep expertise in prosecution, opposition, and negotiations.

To our clients and partners: Thank you for trusting us to protect and grow your brands over the past 27 years.

To our teams across ASEAN: This recognition is yours as much as ours, a testament to your expertise, collaboration, and commitment.

For us at KASS, this is more than a ranking. It’s a milestone in our ongoing mission:

"Empowering businesses, brands and individuals to thrive and succeed in an ever-evolving IP landscape."

Thank you once again.

Tahun 2026 menandai babak baru dalam pembiayaan ekonomi kreatif Indonesia. Pemerintah telah menyampaikan rencana pembent...
27/01/2026

Tahun 2026 menandai babak baru dalam pembiayaan ekonomi kreatif Indonesia. Pemerintah telah menyampaikan rencana pembentukan platform pembiayaan berbasis kekayaan intelektual senilai Rp10 triliun (USD ~597 juta) untuk pelaku industri kreatif, sebuah langkah yang menempatkan Indonesia di antara negara-negara dengan kebijakan inovatif serupa. 📊

Menurut pernyataan Menteri Hukum dan HAM, inisiatif ini tidak hanya bertujuan memberikan kepastian hukum, tetapi juga membantu pencipta dan pengembang karya untuk mengkapitalisasi aset mereka secara lebih luas demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ini adalah langkah penting karena banyak pelaku kreatif memiliki nilai komersial tinggi namun sulit mengakses modal karena aset mereka bersifat tidak berwujud dan sering tidak memiliki dokumentasi yang kuat.
Dalam skema ini, aset kekayaan intelektual yang terdaftar secara sah dan tervaluasi kredibel dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk mendapatkan kredit atau investasi. Hal ini memberikan peluang penting bagi pelaku startup dan kreator konten untuk mengakses modal yang sebelumnya sulit didapat. 📈

Namun, penting untuk dicatat bahwa akses ini juga menuntut standar dokumentasi dan tata kelola yang lebih baik: KI harus terdaftar, hak kepemilikan harus jelas, dan valuasi harus dilakukan oleh pihak yang kredibel. Dengan demikian, transformasi ini tidak hanya membuka akses modal, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas tata kelola KI di seluruh ekosistem kreatif.

Ini berarti pelaku industri harus mulai mempersiapkan portofolio KI mereka sejak awal, bukan menunggu saat membutuhkan pendanaan. 📌

Apakah portofolio KI Anda siap menarik investor? Hubungi kami untuk audit kesiapan dan strategi perlindungan aset Anda.

Memasuki Januari 2026, sejarah baru tercipta bagi dunia bisnis Indonesia. Pemerintah resmi meluncurkan skema Kredit Usah...
22/01/2026

Memasuki Januari 2026, sejarah baru tercipta bagi dunia bisnis Indonesia. Pemerintah resmi meluncurkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Kekayaan Intelektual (KI) dengan alokasi dana fantastis sebesar Rp10 triliun. Melalui program ini, sertifikat merek, hak cipta lagu, hingga paten teknologi Anda dapat digunakan sebagai jaminan utama (collateral) untuk mendapatkan pinjaman bank dengan bunga yang sangat kompetitif, yaitu 2,4% per tahun. 💰

Kebijakan ini merupakan bukti keseriusan pemerintah Indonesia dalam menciptakan iklim kondusif untuk pertumbuhan ekonomi berbasis Kekayaan Intelektual, dimana mewajibkan bank menerima aset intelektual sebagai agunan. Namun, untuk mengakses dana ini, setiap pemilik KI harus memiliki laporan valuasi dari penilai resmi yang terakreditasi oleh DJKI. Pemerintah mendorong jutaan pelaku ekonomi kreatif dan startup teknologi untuk segera mendaftarkan karya mereka agar tidak hanya terlindungi dari plagiarisme, tetapi juga siap menjadi "modal kerja" nyata untuk ekspansi bisnis berskala global. 🏗️

Apakah portofolio KI Anda sudah siap dijadikan jaminan bank?

Our Business Development team recently spent time at the Riau Edutech Campus Summit Expo and it was an energising remind...
13/01/2026

Our Business Development team recently spent time at the Riau Edutech Campus Summit Expo and it was an energising reminder of where the future is heading.

Set against the backdrop of a campus-focused education expo, the event brought together students, educators, and institutions exploring what comes next in a rapidly digitalising world. The atmosphere was curious, ambitious, and forward-looking. Conversations weren’t just about courses or careers, but about readiness how young talent can be better equipped to navigate technology, innovation, and opportunity.

For us, it reinforced an important perspective: meaningful growth starts early. When education, innovation, and awareness come together, they create a strong foundation for future brands, ideas, and industries to thrive.

A heartfelt thank you to Dina for representing KASS Indonesia with clarity and professionalism. Your presence helped carry our values into a space where tomorrow’s leaders are being shaped.

Memanfaatkan Kekayaan Intelektual untuk Pertumbuhan Global: Miniso dan Ekspansi Pasar TiongkokDalam ekonomi global yang ...
08/01/2026

Memanfaatkan Kekayaan Intelektual untuk Pertumbuhan Global: Miniso dan Ekspansi Pasar Tiongkok

Dalam ekonomi global yang semakin kompetitif dan saling terhubung, pengelolaan kekayaan intelektual (IP) secara strategis telah menjadi fondasi utama bagi merek yang ingin berkembang ke pasar internasional. Sebuah artikel menyoroti bagaimana peritel global Miniso berhasil memanfaatkan kemitraan IP dengan merek-merek ternama dunia seperti Sanrio (Hello Kitty), Disney, Marvel, dan Pokémon untuk mendorong ekspansi global serta memperkuat daya tarik merek di berbagai pasar.

Inti pembelajaran dari artikel tersebut adalah bahwa strategi IP yang terarah, dikombinasikan dengan pengembangan produk yang gesit serta pemahaman mendalam terhadap preferensi konsumen, mampu meningkatkan keterlibatan pelanggan dan mempercepat pertumbuhan jejak bisnis secara global.

🔗 Baca artikel lengkapnya di sini:
https://www.thestar.com.my/metro/metro-news/2025/10/08/cute-strategy-drives-global-growth

✨ Menyambut Tahun Baru dengan Inovasi dan Tujuan 🎆Memasuki tahun baru adalah saat untuk refleksi, membayangkan masa depa...
02/01/2026

✨ Menyambut Tahun Baru dengan Inovasi dan Tujuan 🎆

Memasuki tahun baru adalah saat untuk refleksi, membayangkan masa depan, dan melangkah maju. Di KASS International, kami terinspirasi oleh bagaimana inovasi terus membentuk cara kita merayakan secara bijak, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Salah satu contoh inovasi tersebut adalah drone penghasil percikan cahaya, teknologi yang dipatenkan dan tercatat dalam Google Patents (KR20240151423A). Dengan rekayasa presisi dan efek udara yang dapat diprogram, teknologi ini menghadirkan pertunjukan visual yang memukau sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari kembang api konvensional.

🚀 Inovasi: Pertunjukan udara cerdas yang presisi dan kreatif
🌿 Keberlanjutan: Alternatif yang lebih bersih, lebih senyap, dan dapat digunakan kembali
🎉 Awal Baru: Simbol kemajuan dalam menyambut tahun baru dengan kepedulian terhadap bumi

Tahun baru ini, kita merayakan bukan hanya langit yang lebih terang tetapi juga ide yang lebih cerdas dan masa depan yang lebih hijau.

From all of us at KASS International, and our teams across regional offices throughout ASEAN, thank you for being part o...
31/12/2025

From all of us at KASS International, and our teams across regional offices throughout ASEAN, thank you for being part of our journey.

As we begin a new year together, may we continue to grow with purpose, support one another across borders, and turn strong foundations into shared successes. Here’s to a meaningful and hopeful 2026.

At INDEX: Inspire, Build, Design, our Indonesia team represented by Dina, had the opportunity to immerse in a full day o...
12/12/2025

At INDEX: Inspire, Build, Design, our Indonesia team represented by Dina, had the opportunity to immerse in a full day of ideas, innovation, and future-focused conversations shaping the building materials and technology landscape.

From morning talks that sparked new perspectives to engaging exchanges with industry players throughout the exhibition, the event was more than a showcase it was a reminder of how rapidly design, construction, and technology are evolving in Indonesia.

For us at KASS Indonesia, these aren’t just market shifts to observe they are opportunities to support creators, builders, and innovators in protecting what they design, engineer, and bring to life. Dina’s conversations throughout the day echoed a common theme: every great innovation deserves strong IP protection to grow confidently and sustainably.

A heartfelt thank you to Mitra Pabrik for organising such a meaningful and well-curated event. We truly appreciate the platform to connect, learn, and contribute to Indonesia’s innovation ecosystem. ✨

Carola Monintja, Indonesia Country Manager for KASS International, recently attended the Patent Forum Focus Group Discus...
04/12/2025

Carola Monintja, Indonesia Country Manager for KASS International, recently attended the Patent Forum Focus Group Discussion (FGD) hosted by DJKI, Kementerian Hukum, at Hotel Pullman Jakarta Central Park.

The conversation centred on the implementation of Undang-Undang No. 65 Tahun 2024, with particular attention to Articles 20A and 126, crucial updates that will shape how patents are protected, enforced, and commercialised across Indonesia in the years ahead.

Being part of this forum was more than just staying informed. It was a meaningful opportunity to exchange perspectives, listen to the challenges on the ground, and align with the national office on how practitioners and policymakers can move in tandem as Indonesia’s IP ecosystem continues to grow and evolve.

We remain committed to working hand-in-hand with national IP offices and stakeholders across the region, actively participating in dialogues that influence the evolution of IP laws and practices. Engagement like this enables us to better support our clients with clarity, foresight and practical insight in a rapidly changing landscape.

🇮🇩 A small step in presence, but an important step in progress.

Address

KASS Indonesia IP Services, 24th Floor Wisma 46 Kota BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 01
Jakarta
10220

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KASS Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category