29/08/2018
NASIHAT HIKMAT
Amsal 1:20-27 (TB)
Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya,
di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya.
"Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?
Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.
Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku,
bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,
maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu,
apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu.
Sahabat sekalian, marilah kita senantiasa belajar untuk hidup dalam kelembutan dan kerendahan hati di hadapan TUHAN.
JADILAH PRIBADI YANG SENANTIASA MAU MENERIMA (DENGAN RENDAH HATI) SETIAP TEGURAN, NASIHAT, DAN ULURAN TANGAN TUHAN DI DALAM HIDUP KITA ...
Sahabat sekalian, marilah kita belajar untuk berani mengakui kesalahan-kesalahan kita; terutama keberanian dan ketulusan untuk "MENARIK KEMBALI PERKATAAN-PERKATAAN KITA YANG NEGATIF TENTANG TUHAN";
seperti yang telah dicontohkan oleh Ayub kepada kita:
Maka jawab Ayub kepada Tuhan:
"Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu (termasuk p**a, sanggup untuk melindungi, menolong, menyembuhkan, dan memulihkan hidupku), dan tidak ada rencana-Mu yang gagal (di dalam hidupku)." (Ayub 42:1-2)
Ayub dengan berani, tulus dan rendah hati mengakui "keterlanjuran perkataannya" di hadapan TUHAN:
"Aku telah bercerita (bersaksi) menurut pemahaman/pengertianku sendiri; aku telah bercerita tanpa pengertian yang benar tentang TUHAN (Ayub 42:3);
aku harus mengakui, bahwa kemahakuasaan TUHAN, sungguh sangatlah dahsyat, dan sangatlah banyak hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang (masih) tidak kuketahui tentang Pribadi-Mu, ya TUHAN ..." (Ayub 42:3)
Lebih parah lagi, aku harus mengakui dengan sejujurnya di hadapan-Mu, ya TUHAN; bahwa (banyak kali) hanya dari kata orang saja (dari cerita/kesaksian orang lain saja) aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang (setelah mengalami sendiri proses dinamika ujian kehidupan bersama-Mu) mataku sendiri memandang Engkau (kini aku telah melihat, mengalami, dan merasakan sendiri, tentang kebaikan-Mu, kedahsyatan-Mu, kemuliaan-Mu, dan kemaha-kuasaan-Mu bagi diriku) ... (Ayub 42:5)
OLEH SEBAB ITU, (dengan sepenuh kesadaran, ketulusan, dan kerendahan hatiku) AKU MENCABUT PERKATAANKU (YANG NEGATIF TENTANG ENGKAU, YANG TELAH TERLANJUR KELUAT DARI MULUTKU) dan dengan menyesal (dengan pertobatan yang sungguh-sungguh) aku duduk dalam debu dan abu (aku merendahkan diriku di hadapan-Mu, dan mohon kepada-Mu; agar TUHAN bersedia untuk kembali menasihati aku, menegur aku, dan mengulurkan tangan-Mu kembali kepadaku, untuk menolong dan memulihkan hidupku) ... (Ayub 42:6)
"Ya Yesus Kristus, Tuhan kami; kiranya Engkau berkenan untuk mengampuni segala perkataan kami yang negatif tentang Engkau; yang telah terlanjur keluar dari mulut kami..."
"Dan kiranya, Engkau kembali bersedia untuk senantiasa memanggil kami, menasihati kami, bahkan menegur kami dengan hikmat firman-Mu; jika sekiranya di mata-Mu, jalan hidup kami mulai keluar dari jalan hidup orang benar, di bumi ini ..."
AMIN! HALELUYA!
Sekali Yesus! Tetap Yesus! GBU All! ππ