17/06/2023
Hindu tak Mengenal Istilah Lahir Salah DALAM tradisi lokal (baca: Bali), di masa lalu adanya ibu yang melahirkan kembar buncing (laki-perempuan) bisa bermakna ganda. Jika keluarga raja yang memiliki putra buncing, hal itu bisa berarti berkah atau keberuntungan. Sebaliknya, bagi masyarakat kebanyakan hal itu bisa dikatakan bencana atau aib dan lazim, karena mereka manak salah. Sebenarnya tradisi ”kerajaan” itu sudah dihapus dalam sebuah keputusan DPRD Bali pada tahun 1951. Namun, ternyata dalam koteks kehidupan modern sekarang masih ada yang menerapkan seperti yang terjadi di Nusa Lembongan, Nusa Penida, Klungkung. Bahwa ketika warga di sana ada yang melahirkan bayi kembar (manak salah), desa adat setempat sampai batal melakukan upacara melasti penyepian lantaran dinilai masih leteh. Lantas apakah tradisi-tradisi seperti itu masih relevan pada zaman modern ini? Bagaimana sebenarnya Hindu memaknai suatu kelahiran salah atau tidak salah?
Selengkapnya : https://dandaniti.id/kembar-buncingmanak-salah-tradisi-atau-agama/