04/06/2022
Penyakit mulut dan kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD) pada ternak merupakan penyakit infeksius yang disebabkan oleh virus genus Aphtovirus, yakni Aphtaee epizootecae (virus tipe A) keluarga picornaviridae, yang bersifat akut dan sangat menular pada hewan berkuku genap/belah. Penyakit ini dapat menyerang ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing, domba, rusa), babi, unta, dan beberapa hewan liar.
Gejala klinis PMK antara lain demam tinggi bisa mencapai 41°C dan menggigil, tidak nafsu makan (anorexia), penurunan produksi susu drastis pada sapi, kehilangan bobot badan, kehilangan kontrol panas tubuh, myocarditis dan abortus pada hewan muda, pembengkakan limfoglandula mandibularis, hipersalivasi (air liur berlebihan), serta adanya lepuh dan erosi di sekitar mulut, moncong, hidung, lidah, gusi, kulit sekitar kuku, dan puting kambing.
Lantas, bagaimana kita bisa meminimalisir hewan terinfeksi virus PMK?
Menurut Koordinator Pengawasan dan Pengamanan Produk Hewan dari Kementerian Pertanian Imron Suandi, menyarankan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menimalisir hewan terinfeksi oleh virus PMK.
Salah satunya, mengoptimalkan pemanfaatan rumah potong hewan (RPH) yang sudah disediakan pemerintah setempat.
Selain itu, Imron juga menekankan pentingnya berqurban secara online di situasi merebaknya wabah PMK.
Sebab, dengan berqurban secara online, seperti yang disediakan Global Qurban, arus mobilisasi ternak dapat diperkecil. Hal ini berguna untuk memutus mata rantai penyebaran virus di antara para ternak.
Sumber: https://news.act.id/berita/pmk-mewabah-jelang-iduladha-global-qurban-kelola-hewan-di-bawah-pengawasan-dokter dan https://www.unida.ac.id/artikel/meningkatkan-kewaspadaan-terhadap-penyakit-mulut-dan-kuku-pmk-pada-ternak
-------------------------------------------------------------------------------------
Yuk persiapkan ibadah qurban terbaikmu dari sekarang!
Tunaikan melalui kontak dibawah ini:
📞 +62 852 3726 3777 (Pak Sigit)
🌐 www.berbagiqurban.com
📧 [email protected]