19/07/2026
Ketegangan terjadi saat Presiden Argentina, Javier Milei, berpidato di hadapan para bos besar di Bursa Efek Buenos Aires. Ketika sedang menjelaskan kebijakan ekonominya, Milei tiba-tiba diinterupsi oleh salah satu peserta terkait kondisi ekonomi negara yang sedang sulit. Merasa tidak terima, Milei langsung naik pitam dan membalas dengan nada keras bahwa kehancuran ekonomi yang terjadi saat ini adalah warisan “bom waktu” dari pemerintahan populis sayap kiri sebelumnya.
Di tengah perdebatan tersebut, Milei langsung sesumbar dan pamer rasa percaya diri tinggi di hadapan forum. Ia menegaskan bahwa dirinya pasti akan menyelesaikan masa jabatannya dan optimis akan terpilih kembali (reelected) untuk memimpin Argentina selama empat tahun ke depan. Milei mengklaim bahwa ia sedang meletakkan fondasi kuat untuk 100 tahun kejayaan paham liberalisme di negara tersebut, yang langsung disambut riuh tepuk tangan dukungan dari para pengusaha yang hadir.
Puncaknya, Milei memberikan kalimat penutup yang sangat menohok untuk membungkam sang pengkritik. Karena lawan bicaranya berhaluan sayap kiri, Milei dengan frontal menyemprotnya, “Oleh karena itu, kalau kamu tidak s**a, pergi saja ke Kuba!” Ucapan kontroversial ini langsung viral di media sosial dan menjadi sorotan global karena gaya komunikasinya yang sangat agresif.