KI Ngabehi SURO Diwiryo

KI Ngabehi SURO Diwiryo bagikan dngan klik @[365204330244745:]

06/01/2016

Inspirasi tentang Parenting

TUGAS UTAMA ANAK ITU MEMANCING EMOSI ORTU

Obrolan ParENTING bersama mbak Gracia di pasar ragam

Anak-anak dilahirkan untuk menuntun kita sebagai orangtua masuk ke dalam dan menyembuhkan luka-luka batin, bukan sebaliknya dengan kemasan bahasa “mendidik” atau “mendisiplinkan”, kita malah menularkan luka bathin kita pada si kecil yang masih murni.

Dikala sudah besar, kita perlu menyadari bahwa bathin kita penuh dengan goresan akibat gesekan yang terjadi sewaktu kita kecil, biasanya luka-luka ini terjadi karena hubungan kita dengan orangtua, mungkin kita telah berhasil menutupnya’, mengalihkannya namun bukan menyembuhkannya.

Dengan berbagai dalil dan pembenaran kita merasa tidak apa-apa, baik-baik saja, namun didalam hati kecil kita tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

Sebagian besar orang dewasa telah terbajak oleh emosinya, apakah itu kemarahan, ketakutan, kesedihan atau lainnya, dari dasar emosi inilah kita mengambil keputusan, menghakimi, mengejar sesuatu dan bertindak-laku lainnya.

walau disisi lain kita telah belajar sopan-santun, etika, menahan agar emosi yang di dalam tidak keluar, kita mengatur cara kita berpakaian, berbicara dan bergerak namun letupan dari dalam yang mendidih tidak bisa dihindari.

seperti alam yang selalu mencari keseimbangan begitup**a tubuh dan bathin ini yang ingin sehat dari luka-luka yang di derita.

sewaktu kita mencari pasangan bawah sadar kita mencari orang yang bisa menyembuhkan luka bathin kita, biasanya pasangan kita mempunyai ke-khas-an alias kemiripan dengan salah satu orang tua yang hubungannya kurang akur dengan kita.
tujuannya bawah sadar agar kita mengenali masalah yang ada di dalam diri dan membereskannya dengan cara mengerti, memahami dan menyadari, namun yang terjadi seringkali sebaliknya, kita malah ‘membereskan’ pasangan kita.

Ketika anak lahir, ia terhubung dengan luka-luka yang ada di dalam hati kita, anak mengenal betul dimana tombol merah yang ada di diri kita, dan ia seolah mempunyai ‘tugas’ untuk memencet bara tersebut.

sebagai contoh kehidupan kami.
sewaktu Rigpa menjatuhkan piring nasinya, saya merasa hal itu biasa, saya santai kaya dipantai sementara Tika walau tidak punya namun ia merasa jenggotnya terbakar.

Namun disuatu saat ketika dengan tenangnya Rigpa melempakan sebuah mainannya ke kolam di depan rumah, saya terkejut dengan reaksi saya yang mengerang, saya menyadari tangan saya mengepal kuat dan nafas panas saya keluar dengan gigi yang berhimpitan erat.

ini adalah hal kecil, masalah sepele, namun mengapa bisa memancing naga merah membara keluar dari diri saya?
saya kaget sekali bahwa ada kemarahan yang amat besar dalam diri saya yang selama ini saya anggap sudah padam.

saat seperti inilah saat yang paling penting dalam diri manusia, ini adalah titik krusial yang dimana kita bisa pilih mau dibawah kemana kesadaran diri ini.

dahulu sebelum menyadari hal ini, seperti kebanyakan orang saya akan berusaha untuk mengontrol keadaan luar dengan cara marah dan mengancam agar orang lain untuk tidak melakukan tindakan yang membuat saya marah lagi.

Sekarang tatkala naga keluar, sebelum ia kembali dan bersembunyi lagi, saya pastikan memegang buntutnya dan mengikuti kemana ia pergi dan mendekam.

Berbekal rasa marah, sedih, takut yang memuncak inilah saya bermeditasi , menyelam kedalam ke tempat dimana pertama kali emosi itu muncul.

kita hanya bisa memberi apa yang kita punya, kita tidak mungkin sering marah kalau kita tidak mempunyai kemarahan di dalam.

kita sudah terlalu banyak berdebat untuk mencari solusi, kita hanya menutup satu masalah yang muncul sambil menunggu masalah lain hadir.
kita perlu sekali mengurangi cara-cara instan dengan mengatur semua yang di luar dan kembali kedalam untuk mengerti darimana semua masalah berawal.

Dan tidak ada orang lain yang lebih lihai menunjukkan tempat luka membara , tidak ada orang yang lebih jago memancing naga keluar, dan tidak ada orang lain yang mampu menuntun kita pada kesadaran yang lebih luas selain sang guru besar yang berbadan mungil.

_/|\_

📷 by Hairil Saleh

14/01/2014

sugeng dalu paro sdulur
iki ono pepiling monggo disimak rumiyin

---- Cara Bijak Memandang Hidup ----

Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut. Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini ?"

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.

"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum p**ang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa p**ang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!! Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita

07/10/2013

Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil...? Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita. Jadi, pandanglah ke depan dan majulah.

"Menjalani kehidupan bagaikan mengendarai sebuah mobil, dimana kita hanya boleh sesekali melihat kaca spion tapi kita tetap harus fokus dengan perjalanan yang sedang ditempuh begitu juga dengan kehidupan kita tidak boleh hanya melihat masa lalu saja tapi harus tetap menjalani apa yang sedang jalani sekarang untuk masa depan "

"Jadikanlah masa yang lalu itu pengalaman dan pengajaran, masa yang sedang berjalan kita isi dengan amalan dan masa depan jangan terlalu diangan-angankan."

"Masa depan itu di beli oleh masa sekarang.." (Mutiara kata)

"Rebutlah peluang lima sebelum lima: Masa muda sebelum tiba masa tua. Masa sehat sebelum tiba masa sakit. Masa lapang sebelum tiba masa sibuk. Masa kaya sebelum masa papa (susah). Dan masa hidup sebelum tiba masa mati." (Al-hadits)

23/09/2013

5 Langkah Menyelamatkan Uang Anda

1. Tabungan pribadi
2. Jangan ragu mengatakan tidak
3. Tentukan biaya mingguan Anda, bayar dengan uang tunai
4. Gali informasi seputar investasi
5. Usahakan tidak berhutang

salam persaudaraan ane mau share .. semoga jadi pertimbanganDi Afrika, teknik atau cara berburu monyet begitu unik. Si p...
13/09/2013

salam persaudaraan

ane mau share .. semoga jadi pertimbangan

Di Afrika, teknik atau cara berburu monyet begitu unik. Si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup tanpa cedera.
Cara menangkapnya sederhana saja, si pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang & sempit. Toples itu diisi kacang yg telah diberi aroma. Tujuannya utk mengundang monyet2 datang.
Setelah diisi kacang, toples2 itu ditanam dlm tanah dgn menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup. Para pemburu biasa melakukannya disore hari.
Besoknya, mereka tinggal meringkus monyet2 yg tangannya terjebak di dalam botol, tak bisa dikeluarkan.
Kok, bisa ?
Monyet2 itu tertarik pada aroma yg keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan utk mengambil kacang2 yg ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet2 itu tdk bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang2 itu, selama itu p**a mereka terjebak. Toples itu terlalu berat utk diangkat. Jadi, monyet2 itu tdk akan dpt pergi ke mana2!
Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet2 itu. Tapi, tanpa sadar sebenarnya kita mungkin sdg menertawakan diri sendiri.
Ya, kadang kita bersikap spt monyet2 itu.
Kita menggenggam erat setiap permasalahan yg kita miliki layaknya monyet menggenggam kacang.
Kita sering menyimpan dendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah mengampuni.
Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada.
Kita tak pernah bisa melepasnya? Bahkan, kita bertindak begitu bodoh, membawa “toples-toples” itu ke mana pun kita pergi. Dgn beban berat itu, kita berusaha utk terus berjalan.
Tanpa sadar, kita sebenarnya sdg terperangkap penyakit kepahitan yg parah.?
Sebenarnya monyet2 itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya & kita pun akan selamat dari sakit hati jika sebelum matahari terbenam kita mau melepas semua perasaan negatif terhadap siapapun…
« °⌣° .. Bukalah .. °⌣° »
(( Genggaman Anda ... _!!_ Jangan Simpan kepahitan itu ...

26/08/2013
22/08/2013

belajar dari cerita

Penting utk temen2 ketahui
TRIK DITILANG POLISI !
Harap Di Share ke teman-teman yang lain karena sangat bermanfaat!!

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja saya sekeluarga p**ang dengan menggunakan taksi. Ada adegan menarik ketika

sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Dialog antara polisi dan sopir taksi seperti ini.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…

P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak

P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar sambil lalu menulis

dengan sigap di buku tilang)
Sop : Pak jangan ditilang deh…plat aslinya udah gak tau kemana… kalo ada pasti saya pasang

P : Sudah…saya tilang saja…banyak mobil curian sekarang (dengan nada keras!!)
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!

P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat

tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg warna BIRU aja

P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?

P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu

Gak bisa… Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan yang gak mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg

bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy … (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.
P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan “shoot pertama” (tiba-tiba dihalau oleh seorang

anggota polisi lagi )

P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)

lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau

si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi
P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)

P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata “nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu

kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu”.
S : (Yes!!) Ok pak …gitu d**g kalo gini dari tadi kan enak…

Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, “Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya ..

mau transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan.

Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … “Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran

berharga ke polisi itu.” “Untung saya paham macam2 surat tilang.”

Tambahnya, “Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau

ngasih DUIT DAMAI…. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!”

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan

setempat.. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar

berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat,

disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer

rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan

SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya

tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA

Setiap Nabi Isa lewat di depan kerumunan Yahudi Bani Israil, mereka selalu memperlakukanny a dengan jelek & melemparkan ...
20/07/2013

Setiap Nabi Isa lewat di depan kerumunan Yahudi Bani Israil, mereka selalu memperlakukanny a dengan jelek & melemparkan kata-kata kotor kepada beliau. Sebaliknya, Nabi Isa justru membalas dengan kata-kata sopan dan lemah lembut kepada mereka.

"Mereka berkata kasar dan anda berkata sopan. Mengapa ini bisa terjadi?" tanya salah satu murid beliau.

"Karena ORANG HANYA BISA MEMBERI APA YANG DIA PUNYA." jawab Nabi Isa.

*dikutip dari Ihya' Ulumiddinnya Imam Ghazali

--0o0o0--

"Teko hanya akan mengeluarkan isi dalam teko. Teko yang berisi air susu apabila dituang maka akan keluar air susu, mustahil jika mengeluarkan kopi."

"Apa yang ada dalam perutmu ialah apa yang keluar dari duburmu. Apa yang ada dalam hati dan pikiranmu ialah apa yang keluar dari lisanmu (ucapan maupun tulisan)."

"Lisan adalah duta dari hati, apabila ucapan (yang tersurat ataupun tersirat) baik maka baiklah hatinya dan apabila ucapan (yang tersurat ataupun tersirat) buruk maka sudah barang tentu buruklah hatinya."

20/07/2013

Setiap Nabi Isa lewat di depan kerumunan Yahudi Bani Israil, mereka selalu memperlakukanny a dengan jelek & melemparkan kata-kata kotor kepada beliau. Sebaliknya, Nabi Isa justru membalas dengan kata-kata sopan dan lemah lembut kepada mereka.

"Mereka berkata kasar dan anda berkata sopan. Mengapa ini bisa terjadi?" tanya salah satu murid beliau.

"Karena ORANG HANYA BISA MEMBERI APA YANG DIA PUNYA." jawab Nabi Isa.

*dikutip dari Ihya' Ulumiddinnya Imam Ghazali

--0o0o0--

"Teko hanya akan mengeluarkan isi dalam teko. Teko yang berisi air susu apabila dituang maka akan keluar air susu, mustahil jika mengeluarkan kopi."

"Apa yang ada dalam perutmu ialah apa yang keluar dari duburmu. Apa yang ada dalam hati dan pikiranmu ialah apa yang keluar dari lisanmu (ucapan maupun tulisan)."

"Lisan adalah duta dari hati, apabila ucapan (yang tersurat ataupun tersirat) baik maka baiklah hatinya dan apabila ucapan (yang tersurat ataupun tersirat) buruk maka sudah barang tentu buruklah hatinya."

assalamualaikum wr wb,,.."Anak kunci terakhir biasanya yang membuka pintu"Ada sebuah pepatah bijak kuno yang berbunyi, "...
14/07/2013

assalamualaikum wr wb,,..

"Anak kunci terakhir biasanya yang membuka pintu"

Ada sebuah pepatah bijak kuno yang berbunyi, "Anak kunci terakhir biasanya yang membuka pintu". Jika Anda memegang rencengan anak kunci sbuah rumah dgn banyak kamar yang baru saja Anda beli, dan tentu Anda tidak tahu manakah kunci yang tepat untuk membuka rumah Anda, Anda pasti terpaksa mencoba setiap anak kunci tersebut. Lalu, kenapa Anda mau repot-repot berusaha mencari anak kunci yang tepat dgn mencobanya satu per satu?

Karena rumah itu telah Anda beli dan menjadi milik Anda. Untuk dapat memanfaatkan semua ruangan di rumah itu dengan maksimal, Anda harus bisa mencoba setiap kunci untuk setiap ruangan. Dlm hidup ini, masing-masing kita seolah memegang satu rencengan anak kunci. Disadari atau tidak, hidup ini menawarkan banyak "ruang kesempatan" yang harus kita buka satu per satu. Tugas kita sesungguhnya adalah mencoba membuka setiap pintu itu dengan banyaknya pilihan anak kunci yang tergenggam di tangan kita.

Orang yang cepat berputus asa umumnya adalah mereka yang tidak tahan uji dan tidak mau membuang waktu dan tenaga mereka untuk mencoba setiap anak kunci untuk membuka setiap pintu yang ada. Mereka malah lebih memilih untuk meninggalkan "rumah impiannya yang megah" itu dan merasa cukup dengan "menggelar tenda" saja daripada memiliki "rumah impiannya". Tapi di kemudian hari, mereka tercengang begitu melihat banyak orang yang ternyata bisa memiliki "rumah impiannya masing-masing".

Bayangkan jika setiap orang sadar betul bahwa dirinya sebenarnya SUDAH memiliki apa pun yang diimpikannya. Tugasnya hanya satu, yaitu tak pernah menyerah untuk selalu mencoba dgn gigih setiap anak kunci yang diberikan-Nya hingga semua pintu bisa terbuka.
Kehidupan telah memilah-milah. Sebagian akan memilih untuk berusaha keras dengan gigih dan bersemangat menemukan anak kunci yang tepat dan memiliki sepenuhnya rumah impiannya itu. Tapi, sebagian lagi hanya akan menggerutu dan terus menggerutu, bahkan membuang "satu renceng anak kunci" kesempatan dan lebih memilih untuk "menggelar tendanya sendiri"


yo poro sedulur monggo santap sahur rumiyen

08/07/2013

selamat datang ya rahmadhan

▐────────────────────────────────
▐──▄▀────────────▄▀───────────▄▀─ ▐─▀▄────────────▐█───────────▀▄── ▐─▄▌▄───────────▀▄───────────▄▌▄─ ▄▀░░░▀▄──────────▌─────────▄▀░░░▀ ░░░░░░░▌──────▄▄▀▀▄▄──────▐░░░░░░ ▄░░░░░▄▀────▄▀░░░░░░▀▄────▀▄░░░░░ ▐█████─────▐░░░░░░░░░░▌─────█████ ▐▌░░░▌─────██▀▀▀▀▀▀▀▀██─────▌░░░▌ ▐▌░█░▌───▄▄████████████▄▄───▌░█░▌ ▐▌░░░▌───▐░░░▌▐░░░░▌▐░░░▌───▌░░░▌ ▐▌░█░▌───▐░░░▌▐░░░░▌▐░░░▌───▌░█░▌ ▐▌░░░▌▄▄▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀█▄▌░░░▌ ▐▌░█░███░░░░░░░░░░░░░░░░░░███░█░▌ ▐▌░░░▌░█░░██░░░░░░░░░░██░░█░▌░░░▌ ▐▌░░░▌░█░░██░▄▄███▄▄░░██░░█░▌░░░▌ ▐▌░░░▌░█░░░▄█████████▄░░░░█░▌░░░▌ ▐▌░░░▌░█░░░███████████░░░░█░▌░░░▌ ▐▌░░░▌░█░░░███████████░░░░█░▌░░░▌ ▐▌░░░▌░█░░░███████████░░░░█░▌░░░▌ ▐▌░░░▌░█░░░███████████░░░░█░▌░░░▌ ▐▌▀▀▀█▄█▄▄▄███████████▄▄▄▄██▌▀▀▀▌ █████████████████████████████████ ██████╔═╦═╗████╔╗███╔╗███████████ ██████║║║║╠═╗╔╦╣╚╦═╗║╚╦═╗╔═╦╗████ ██████║║║║║╬╚╣╔╣║║╬╚╣╬║╬╚╣║║║████ ██████╚╩═╩╩══╩╝╚╩╩══╩═╩══╩╩═╝████ ███████████████╔╦╦═╗█████████████ ███████████████║║║╬╚╗████████████ ███████████████╠╗╠══╝████████████ ███████████████╚═╝███████████████ ███████╔═╗█████████╔╦╗███████████ ███████║╬╠═╗╔══╦═╗╔╝║╚╦═╗╔═╦╗████ ███████║╗╣╬╚╣║║║╬╚╣╬║║║╬╚╣║║║████ ███████╚╩╩══╩╩╩╩══╩═╩╩╩══╩╩═╝████ █████████████████████████████████ █████████████████████████████████ █████████╔╦╦╦═╦╗╔═╦═╦══╦═╗███████ █████████║║║║╩╣╚╣═╣║║║║║╩╣███████ █████████╚══╩═╩═╩═╩═╩╩╩╩═╝███████ █████████████████████████████████ ███████╔═╗█████████╔╦╗███████████ ███████║╬╠═╗╔══╦═╗╔╝║╚╦═╗╔═╦╗████ ███████║╗╣╬╚╣║║║╬╚╣╬║║║╬╚╣║║║████ ███████╚╩╩══╩╩╩╩══╩═╩╩╩══╩╩═╝████
█████████████████████████████████

Address

Karanganyar
57753

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KI Ngabehi SURO Diwiryo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share