28/05/2017
Cara Berpakaian Muslimah
1. Menutup dan Melindungi Seluruh Tubuh, Selain Yang Dikecualikan
"Hai Asma', sesungguhnya wanita, apabila telah sampai ketanda keewasaan (haidh), tidak boleh terlihat bagian tubuhnya kecuali ini dan ini - beliau mengisyaratkan muka dan telapak tangannya." (HR Abu Dawud, Al Albani meng-hasan-kannya)
2. Bukan Tabarruj
" . . . Dan janganlah kalian berhias dan bertingkahlaku seperti orang - orang jahiliah dahulu . . . " (Al Azhab : 33)
3. Kainnya Tebal
" Akan muncul diakhir umatku, wanita - wanita yang berpakaian namun pada hakikatnya bertelanjang. di atas kepala mereka terdapat sesuatu penaka punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga, dan tidak juga akan mencium aroma surga. Padahal bau surga itu dapat dicium dari jarak sekian dan sekian. (HR Muslim)
4. Kainnya Longgar, Tidak Sempit, dan Tidak 'Jatuh'
Wanita Muslimah diharamkan untuk memakai pakaian yang ketat sehingga menampakkan bentuk tubuhnya saat diluar rumahnya.
Usamah bin Zaid berkata : Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memberiku pakaian "Qibthiyah" (gaya mesir) yang tidak tebal, hadiah dari Dihyah Al Kalbiy. Lalu aku berikan kepada istriku.
Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bertanya kepadaku : "Kenapa engkau tidak memakai Qibthiyah?"
Aku menjawab : Ya Rasulullah pakaian itu telah aku berikan kepada istriku.
Lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : "Perintahkanlah istrimu agar mengenakan baju lain dibagian dalamnya, aku khawatir pakaian mesir itu masih menggambarkan bentuk tulangnya."
5. Tidak Diberi Wangi Haruman
"Wanita mana saja yang memakai haruman kemudian keluar dan lewat dimuka orang banyak agar mereka mendapati baunya, maka dia adalah pezina . . . " (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi)
6. Tidak Menyerupai Pakaian Laki - Laki
"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melaknat laki - laki yang memakai pakaian perempuan dan perempuan yang memakai pakaian laki - laki." (HR Ahmad, Abu Dawud, Al Hakim, dan Ibnu Majah)
"Bukan golongan kami, wanita yang menyerupai laki - laki dan laki - laki yang menyerupai wanita." (HR Ahmad & Ath Thabrani)
7. Tidak Menyerupai Pakaian Orang - orang Kafir
" . . . Barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia adalah bagian dari mereka . . ." (HR Ahmad & Abu Dawud)
8. Bukan Merupakan Libasusy Syuhrah
Libasusy Syuhrah artinya pakaian ketenaran atau pop**aritas. Menurut para 'ulama, ia bisa berwujud pakaian yang sangat mencolok bagusnya agar dikagumi dan dibicarakan orang - orang. Tatapi bisa juga ia berupa pakaian yang mencolok sangat jeleknya agar dibicarakan dan dikenal sebagai orang yang zuhud. Dua - duanya buruk dimata Allah, Karena Allah mengecamnya dengan keras.
"Barang siapa memakai pakaian untuk mencari pop**aritas di dunia, maka Allah akan mengenakan pakaian kehinaan padanya dihari kiamat, kemudian membakarnya dineraka." (HR Abu Dawud & Ibnu Majah)