09/03/2022
Rahajeng Buda Cemeng Klawu
09 Maret 2022
Rahina Buda Cemeng Klawu atau Buda Wage Klawu merupakan hari pemujaan terhadap Bhatara Rambut Sedana atau juga dikenal sebagai Dewi Laksmi, yang melimpahkan kemakmuran dan kesejahteraan. Upacara Buda Cemeng Klawu ini jatuh pada hari Rabu Wage wuku Klawu kalender Saka-Bali, yang diperingati setiap 210 hari atau 6 bulan sekali oleh masyarakat Hindu di Bali.
Pantangan Bertransaksi.
Yang menarik, ada keyakinan di kalangan sebagian orang Bali mengenai pantangan untuk bertransaksi menggunakan uang dan sejenisnya saat Buda Cemeng Kelawu. Di sejumlah daerah juga disebutkan saat Buda Cemeng Kelawu dipantangkan untuk membayar atau menagih utang-piutang atau pun memberikan/menyedekahkan beras kepada orang lain. Bagi masyarakat modern, pantangan semacam ini tentu saja sulit untuk diterima. Dinamika perekonomian masyarakat yang begitu tinggi membuat tidak mungkin untuk menghentikan transaksi menggunakan uang dalam sehari. Menghentikan transaksi berarti juga menghentikan kegiatan ekonomi.
Lalu, apa filosofis dari perayaan Buda Cemeng Kelawu?
Klawu artinya warna putih kebiruan atau abu. Jika dianalogikan, kata ''Klawu'' bisa juga bermakna โKel uwuโ yang dalam bahasa Bali โuu atau uwuโ berarti di โtakarโ. Jadi, โKel uwuโ dalam bahasa Indonesia berarti โakan ditakarโ. Apa yang ditakar? Salah satunya adalah harta yang saat ini umunya diukur dengan nilai uang.
Ini juga menjadi alasan mengapa tempurung kelapa di Bali disebut โKauโ, mungkin karena benda itu biasa digunakan untuk mengukur atau menakar seperti mengukur beras, air, waktu (saat metajen), mengukur makanan, pikiran, tindakan dan seterusnyaโ.
Jadi di hari Buda Cemeng Klawu kita tidak hanya mensyukuri berapa jumlah harta atau uang yang kita miliki, dimana uang bisa menjadi simbul dan alat interakasi.