Bahasa Cirebon (Basane Wong Cerbon)

Merupakan sebuah bahasa yang dituturkan atau digunakan secara luas baik dalam keseharian maupun aktifitas formal pendidikan dan pemerintahan di wilayah Pantai Utara Jawa Barat mulai dari Pesisir Pedes dan Cilamaya di Kab. Karawang, Pesisir Blanakan, Legon Kulon, Pamanukan serta Pusaka Nagara di Kab. Subang hingga Indramayu, Cirebon dan Kec. Losari di Brebes Jawa Tengah. Keberadaan Bahasa Cirebon m

erupakan sebuah warisan budaya yang telah diakui dan dijaga keberadaannya secara hukum melalui Peraturan Daerah Jawa Barat No. 5 Tahun 2003 yang isinya "Bahwa Pemerintahan Prov. Jawa Barat mengakui keberadaan tiga suku asli Jawa Barat yaitu Betawi, Sunda dan Cirebonan serta mengakomodasi dan melestarikan eksistensi dari ketiga suku tersebut" dalam hal ini pengajaran budaya dan bahasanya juga termasuk didalam upaya pelestarian tersebut. Dalam Kesehariannya Bahasa Cirebon terbagi atas dua buah tingkatan yaitu Bahasa Cirebon tingkat standar yang disebut (Basa Bagongan) serta Bahasa Cirebon tingkatan halus atau yang disebut sebagai (Basa Bebasan). Pada sebuah penelitian yang menggunakan Metode Guiter ditemukan sebuah hasil penelitian yang menyatakan bahwa Bahasa Cirebon memiliki Perbedaan sekitar 75% dari bahasa Jawa Baku yaitu Bahasa Jawa Yogyakarta dan Surakarta serta memiliki Perbedaan sekitar 76% dengan Bahasa Jawa Timuran, namun diperlukan upaya konservasi Bahasa Cirebon yang lebih keras lagi, karena untuk diakui secara Internasional sebagai sebuah Bahasa yang mandiri diperlukan Perbedaan sekitar 80% dari Bahasa terdekatnya yakni Jawa. (Metode Guiter)

Sedangkan di Indramayu berkembang Ragam Bahasa Cirebon dialek Indramayuan, bahasa Indramayuan atau biasa disebut Basa Dermayon memiliki perbedaan sekitar 30% dari Bahasa Cirebon. perbedaan ini terdapat pada penggunaan kata dasar seperti saya (Indramayu : Reang, Cirebon : Ingsun) dan sebagainya. Sementara di wilayah lainnya, berkembang ragam Bahasa Cirebon dialek Plered (area Kec. Cirebon dan sekitarnya) yang ditandai dengan digunakannya akhiran "o", dan biasanya penuturnya menggunakan kata "Wong Cirebon" untuk menunjukan bahwa mereka adalah warga cirebon. bukan "tiyang grage" seperti yang biasanya digunakan oleh penutur bahasa cirebon baku di Kota Cirebon. Lain dengan Plered adajuga dialek Jawareh (Jawa Sewareh) atau Jawa Separuh di daerah yang merupakan daerah perantara Kultur Cirebonan dengan Sunda. misalkan di Perbatasan Cirebon dengan Brebes dan Kuningan, ditandai dengan sudah sangat bercampurnya (Giling Gisik) Bahasa Cirebon dengan Sunda seolah melahirkan sebuah bahasa baru. Lalu di Utara Cirebon ada dialek Gegegsik, dipercaya sebagai dialek yang lebih halus dibanding dengan dialek plered, karenanya disinilah banyak lahirnya para Dalang Cirebonan. selain banyaknya perkembangan ragam bahasa cirebonan, terdapat juga ragam bahasa Sunda-Cirebonan, merupakan ragam bahasa sunda yang ada di wilayah Cirebon sehingga bersinggungan langsung dengan kultur cirebonan dan melahirkan sebuah bahasa yang unik, sekurangnya terdapat 2 buah ragam besar bahasa sunda yang termasuk Bahasa Sunda-Cirebonan, yaitu:

- Ragam Bahasa Sunda dialek Timur laut (Sunda Kuningan), ditandai dengan penggunaan kata "Kami (saya)", sadeh (siapa), kumadeh (bagaimana), kaendi (kemana). yang digunakan secara luas di Cirebon Timur, Kuningan, Brebes Bagian Barat dan Selatan.

- Ragam Bahasa Sunda dialek Tengan Timur (Sunda Majalengka), ditandai dengan penggunaan kata "dewek / sorangan (kamu)" dan kata lainnya, semisal "empal (gule), rumba (pecel), ngoprek (ronda)" dan sebagainya, biasanya digunakan di wilayah Majalengka daerah Selatan. dan ada sebuah ragam bahasa sunda lagi yang ada di Cirebonan, yaitu ragam bahasa Sunda Parean, ditandai dengan penggunaan kata "Kami (saya)" "Inya/Kita/kola (kamu)" , goyang (pulang) dan sebagainya, ciri lainnya adalah tidak dikenalnya pepet "eu" pada bahasa sunda parean, kata "tidak" diartikan "Hente"di Sunda Parean dan bukannya "Heunteu" seperti pada bahasa Baku dialek Selatan (Sunda Priyangan). itulah sekilas percampuran bahasa yang terjadi di wilayah Cirebonan. uniknya bahasa Cirebon dan perpaduan menarik Sunda-Cirebonannya. Dengan ini kami berharap kedepannya perkembangan Bahasa Cirebon bisa menjadi sebuah bahasa yang mandiri dan diakui secara Internasional sebagai sebuah Bahasa Indentitas kearifan budaya lokal, seperti yang sering dikatakan masyarakatnya ;


"Cerbon kuh dudu Sunda dudu Jawa, Cerbon ya Cerbon!"


website :
Kamus Bahasa Cirebon
http://id.wiktionary.org/wiki/Kamus_Bahasa_Cirebon
Kamus Bahasa Sunda Cirebon (termasuk Sunda Parean)
http://id.wiktionary.org/wiki/Kamus_Bahasa_Sunda_Cirebon

Blogspot :
http://basacirebon.blogspot.com


Terimakasih dan Salam Konservasi

wassalam
admin

Assalamualaikum, kangge kawula sedanten sampun lepat Ringgit Muharaman teng dalem Kaprabonan den Dalang Elang Agung Wija...
26/06/2025

Assalamualaikum, kangge kawula sedanten sampun lepat Ringgit Muharaman teng dalem Kaprabonan den Dalang Elang Agung Wijaya Karsa

Keraton Kaprabonan
Mengadakan :
WAYANGAN

Jum'at, 27 Juni 2025
Pukul 20.00 WIB
Lokasi : Dalem Kaprabonan

Bokatan masih ana sing nakon kapan pelale muludan kesepuhan atau acara panjang jimat...Panjang Jimat adalah refleksi dar...
10/09/2024

Bokatan masih ana sing nakon kapan pelale muludan kesepuhan atau acara panjang jimat...

Panjang Jimat adalah refleksi dari proses kelahiran Nabi Muhammad SAW dan merupakan puncak dari serangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon.

Kata "Panjang" berarti sederetan iring-iringan berbagai benda pusaka dalam prosesi itu.
Dan "Jimat" memiliki arti "Siji Kang Dirumat" atau "Satu Yang Dihormati" yaitu kalimat Syahadat.

اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَاَثْهَدُاَنَّ مُحَمَّدًا رَسٌؤلُ اللهِ

Sehingga arti gabungan dari kedua kata itu adalah sederetan persiapan menyongsong kelahiran nabi yang teguh mengumandangkan kalimat Syahadat kepada umat di dunia.

Panjang jimat kasepuhan,
✍senin,16sept2024

Anyuwun pendongane kangge Mama Bambang Irianto inggih 🙏
14/09/2023

Anyuwun pendongane kangge Mama Bambang Irianto inggih 🙏

: kangen beli sareng Alun alun At Taqwa sing nengen ...
09/08/2023

: kangen beli sareng Alun alun At Taqwa sing nengen ...

08/03/2023

Padem Padem
Angintunakên pepadem kanggé Ratu Dalem Sri Mulya saking Kesultanan Kanoman, ibu saking Sultan Raja Emiruddin (Sultan Anom XII), Ratu Dalem sampun padem teng dinten Rabu, 08 Maret 2023 / 15 Sya'ban 1444 H jam 15.25 WIB di RS Sumber Kasih.
.
Pamusaran bade dilajengaken teng dinten Kemis, 09 Maret 2023 jam 13.00 WIB teng Astana Gunung Sembung (Komplek makam Sunan Gunung Jati).
Mugia amal ibadah tinampi den Gusti.
Ingkang Kepadem
Admin Bahasa Cirebon (Basane Wong Cerbon)

09/12/2022

Kanggo Batur Batur sing anresani basa Cerbon, aja lupa wis ana font Carakan Cerbon gaya Djoharuddin (Kasepuhan) sareng font Carakan Cerbon gaya Madenda (Kacirebonan) sing bisa dienggo Ning HP sareng Laptop

: Perjuangan mengangkat bahasa Cirebon.(Satu budaya Cirebon, satu bahasa ... Basa Cerbon)
09/12/2022

: Perjuangan mengangkat bahasa Cirebon.
(Satu budaya Cirebon, satu bahasa ... Basa Cerbon)

: Kongres Basa ning Hotel Luxton (3)
08/12/2022

: Kongres Basa ning Hotel Luxton (3)

: Kongres Basa ning Hotel Luxton (2)
08/12/2022

: Kongres Basa ning Hotel Luxton (2)

Address

Cirebon

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bahasa Cirebon (Basane Wong Cerbon) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share